Kanker serviks dan kanker payudara
merupakan penyakit yang menjadi penyebab kematian tertinggi di
Indonesia. Jumlah wanita penderita kanker serviks atau kanker leher
rahim di Indonesia hingga kini setidaknya mencapai 21.000 kasus. Karena
itu tidak aneh apabila kanker serviks dan kanker payudara menjadi momok
yang sangat menakutkan bagi wanita.
“Angka tersebut menempatkan Indonesia
sebagai negara dengan penderita kanker serviks kedua tertinggi di dunia.
Lebih dari 92.000 kasus kematian terjadi pada wanita di Indonesia
akibat kanker, sebesar 10,3 persen merupakan jumlah kematian yang
disebabkan kanker serviks,” kata Penasehat Dharma Wanita Persatuan (DWP)
Kementerian PANRB Zas Juniarti Asman Abnur saat membuka pemeriksaan IVA
dan SADANIS di lingkungan keluarga besar DWP Kementerian PANRB, di
Jakarta, Selasa (10/09).
Ia mengatakan kasus kanker payudara
tidak beda jauh dengan kanker serviks, dimana pada tahun 2010 jumlah
pasien kanker payudara mencapai 28,7 persen dari total penderita kanker.
Di Indonesia, kasus baru kanker payudara menjadi kasus kematian
tertinggi dengan angka 21,5 persen pada setiap 100.000. Yang
memprihatinkan, 70 persen pasien kanker payudara baru datang ke
fasilitas kesehatan setelah stadium lanjut.
Untuk itu dirinya mengimbau agar para
wanita dapat mendeteksi lebih awal dan mencegah penyakit kanker serviks
dan kanker payudara, dengan cara melakukan pemeriksaan secara rutin, dan
juga meningkatkan kualitas hidup dengan mengembangkan perilaku dan pola
hidup sehat.
Sementara itu Ketua DWP Kementerian
PANRB Endang Dwi Atmaji menyampaikan bahwa kegiatan diselenggarakan
untuk melakukan diteksi dini kanker serviks dan kanker payudara melalui
metoda IVA dan SADANIS bagi anggota Dharma Wanita Persatuan Kementerian
PANRB, dan warga sekitar.
Kegiatan pemeriksaan IVA dan SADANIS
dilakukan oleh Tim Pemeriksa Dinkes DKI Jakarta, hasil kerjasama antara
DWP Kementerian PANRB dengan OASE Kabinet Kerja dan Female Cancer
Program RSCM. Dalam kegiatan yang diinisiasi oleh DWP Kementerian PANRB,
diikuti oleh para pegawai Kementerian PANRB serta warga di sekitar.
Sebelumnya, DWP Kementerian PANRB
mengadakan sosialisasi pencegahan Kanker Serviks di Kantor Kementerian
PANRB, Rabu (20/09). Acara ini dihadiri oleh Ketua DWP Kementerian PANRB
Endang Atmaji, pengurus dan anggota serta para pegawai khususnya
perempuan. Acara itu menghadirkan seorang bidan sebagai pembicara.
Sosialisasi tersebut dimaksudkan untuk
memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang cara mendeteksi dini kanker
serviks menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA),
dan pencegahan kanker payudara dengan SADARI dan SADANIS.
Bidan Puskesmas Kabayoran Baru Heni
Puspitasari mengatakan, ada 4 langkah Teknik IVA dalam tampilan serviks.
Pertama untuk mengetahui apakah seseorang mempunyai potensi kanker
serviks. “Jika curiga kanker, tidak perlu test IVA, tetapi langsung
dilakukan biopsy,” ujarnya.
Kedua, lanjut Heni, apakah Sambungan
Skuamo Kolumnar (SSK) atau bibir rahim tampak seluruhnya ? Jika tidak,
maka sebaiknya dilakukan test IVA. Ketiga, lakukan test IVA dengan
menunggu satu menit, dan lihat jika timbul epitel putih maka positif.
Adapun langkah keempat, jika positif maka harus melakukan kandidat
krioterapi.
Selain kanker serviks, pada acara
tersebut Bidan Heni juga memberikan pemahanan tentang kanker payudara
yang dapat dideteksi dengan cara pemeriksaan payudara sendiri (SADARI)
dan pemeriksaan payudara klinis (SADANIS) oleh tenaga medis terlatih.
“Untuk Sadari dapat dilakukan setiap bulan, sedangkan SADANIS dapat
dilakukan sekali setahun,” tuturnya.
Dalam sosialisasi pencegahan kanker
payudara dijelaskan juga tentang gejala dan pencegahan kanker tersebut.
Misalnya dengan menghindari alkohol, asap rokok. Sebaiknya lakukan
olahraga, tidur cukup, perhatikan makanan dan lain-lain. Pada akhir
acara tersebut anggota DWP Kementerian PANRB menggelar kegiatan arisan
rutin.
PANDUAN LULUS CPNS DISINI
ADS HERE !!!