Saat ini Kementerian Hukum dan HAM
sedang melaksanakan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) dengan sistem yang
berbasis teknologi digital atau IT. Sistem ini bahkan tidak memungkinkan
pewawancara mengetahui pertanyaan apa saja yang akan diajukan pada
peserta. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
Asman Abnur, mengatakan sistem ini akan dijadikan model bagi 61
kementerian atau lembaga yang sedang membuka lowongan Pegawai Negeri
Sipil (PNS).
“Khusus hari ini, saya melihat yang
dilaksanakan oleh Kemenkumham soal tes wawancara. Tadi sudah dijelaskan
secara transparan, tidak mungkin lagi ini ada sesuatu yang dimainkan.
Maka dari itu saya sudah ambil kesimpulan, di 61 kementerian atau
lembaga akan kita replikasi,” ujar Menteri Asman saat meninjau SKB CPNS
KemenkumHAM di Kantor Wilayah KemenkumHAM, Jakarta, Rabu (18/10).
Menteri Asman pun telah meminta izin
kepada MenkumHAM Yasonna Laoly untuk menggunakan sistem ini secara
nasional. Harapannya, dengan sistem modern seperti ini penerimaan PNS
akan lebih obyektif dan transparan. Sistem yang digunakan ini tidak
kalah oleh sistem rekurtmen yang dilakukan korporasi swasta.
Menteri Asman menjelaskan, CPNS yang
lolos nantinya adalah orang-orang pilihan yang memang memiliki
kompetensi, bukan hasil dari ‘titipan’. “Jadi kita berharap orang-orang
pilihan lah yang masuk PNS. Bukan orang titipan. Yang sesuai dengan
kemampuan tesnya, bukan kemampuan bekingnya,” tegasnya.
Sebelumnya, dijelaskan Menteri Yasonna,
sistem ini akan sangat transparan dan mereduksi penilaian subyektif. Hal
itu disebabkan karena penguji sendiri tidak tahu pertanyaan dan siapa
yang akan diwawancara. “Jadi mereka daftar, lalu masuk di tempat
wawancara diketik nomor registrasi dan muncul namanya, riwayat hidupnya,
di komputer itu. Dan pewawancara tidak tahu siapa yang diwawancara,
karena random, pertanyaannya juga,” jelas Menteri Yasonna.
Untuk sistem penilaian, ia menjelaskan
komputer sudah diprogram sedemikian rupa sehingga nilai dapat muncul
secara otomatis sesuai bobot jawaban peserta SKB. Nilai itu tergantung
dari clue jawaban yang juga sudah diprogram. “Langsung komputer
memberikan pertanyaan dan clue jawaban. Dan kalau begini jawabannya
nilainya tinggi, kalau begini sedang, kalau begini rendah,” sambungnya
menjelaskan.
Meski pertanyaan sudah ditentukan,
penguji tetap bisa memberikan pertanyaan tambahan jika dibutuhkan. Dia
juga menjelaskan, pertanyaan-pertanyaan ini dibuat oleh tim yang terdiri
dari psikolog, ahli dalam bidang tertentu, dan tim khusus dari AURI.
Setelah nilai dari jawaban peserta
muncul, maka sudah bisa diganti lagi. Karena menjunjung tinggi
transparansi, peserta pun bisa menghitung sendiri nilai gabungan selama
ia mengikuti seleksi CPNS.
“Setiap pertanyaan masuk angka. Setelah
selesai masuk nilai, tidak bisa diubah lagi, by system. Nanti digabung
dengan CAT dan tes bidang yang lalu. Dia bisa hitung sendiri nanti,”
imbuhnya.
Ditegaskan, pada rekrutmen PNS tahun
ini, tidak ada ruang untuk calo. Menteri Yasonna kembali mengimbau
kepada semua peserta untuk tidak percaya pada seseorang yang menjanjikan
kelulusan. Bahkan seorang menteri pun tidak bisa mengintervensi proses
rekrutmen ini. Kelulusan ditentukan oleh kemampuan dan prestasi peserta.
“Bahkan saya sebagai menteri untuk
mengintervensi. Sekarang seluruh indonesia berlangsung seperti itu.
Dengan sistem ini kita sampaikan kepada mereka tidak memungkinkan ada
calo. Kemampuan anda, prestasi anda, itu yang menentukan lulus atau
tidak,” pungkasnya
PANDUAN LULUS CPNS
ADS HERE !!!