Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sudah
mencapai tahun ketiga. Ada sejumlah capaian dari Kementerian
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Diantaranya adalah kenaikan nilai indeks reformasi birokrasi
kementerian/ lembaga hingga level kota dan kabupaten.
Di tingkat kementerian/ lembaga, indeks reformasi birokrasi pada
tahun 2015 senilai 66,13. tahun 2016 naik ke angka 69,58. Untuk indeks
reformasi birokrasi di level provinsi, naik dari angka 41,62 pada 2015
ke angka 56,69 pada tahun 2016. Sedangkan di level kabupaten atau kota,
indeks reformasi birokrasi pada tahun 2016 senilai 55,94 dari sebelumnya
yaitu 42,61 pada tahun 2015.
Menteri PANRB Asman Abnur menjelaskan, indeks reformasi birokrasi
naik sejak tahun 2016. Namun masih ada birokrasi di tingkatan kabupaten
atau kota yang belum optimal. Karenanya, Menteri Asman ingin birokrasi
di tingkat kabupaten atau kota di-upgrade.
Peningkatan rata-rata indeks reformasi birokrasi menggambarkan bahwa
tata kelola pemerintahan semaik baik. “Memang masih banyak kabupaten
atau kota yang perlu kita upgrade. Kita targetkan 50 persen bakal naik
tahun depan,” ujar Menteri Asman , saat konferensi pers di Kantor Staf
Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (19/10).
Ia menjelaskan, ada tiga target yang harus dicapai demi mewujudkan
Nawacita Presiden Jokowi. Ketiga target itu adalah pemerintahan yang
efektif dan efisien, pemerintahan yang bersih dan akuntabel, dan
pelayanan publik yang berkualitas, jelas Menteri Asman.
Sevagai contoh keberhasilan peningkatan efektivitas dan efisiensi
anggaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Daerah Istimewa
Yogyakarta, dan Kabupaten Banyuwangi. Di KKP, segala kegiatan semakin
jelas mendukung pencapaian sasaran KKP. Lalu meningkatnya porsi anggaran
untuk stakeholders menjadi 80 persen. “Terjadi efisiensi anggaran
sebesar Rp 2,9 triliun,” jelas Asman.
Di Provinsi DI Yogyakarta, lanjut Menteri, terjai penghematan atau
efisiensi anggaran sebesar Rp 1,6 triliun atau sebanyak 40% dari APBD.
Di provinsi yang dimpimpin Sultan Hamengkubuwono IX itu juga terjadi
refocusing kegiatan. “Dari 2.809 kegiatan pada 2014 menjadi 854 kegiatan
pada tahun 2016. Sehingga lebih mendukung pencapaian pembangunan,”
imbuhnya.
Sedangkan di Kabupaten Banyuwangi, efisiensi anggaran sebesar Rp 1
triliun atau sebesar 38% dari APBD. Sama seperti DIY, Kabupaten
Banyuwangi juga terjadi refocusing kegiatan. “Refocusing kegiatan dari
2.299 menjadi 1.428 kegiatan.l, sehingga lebih mendukung pencapaian
sasaran pembangunan.
Untuk penghematan anggaran di setiap instansi, Kementerian PANRB
terintegrasi dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas. Setiap instansi
harus dengan rinci menjelaskan apa yang menjadi target. “Harus dengan
jelas target apa yang mau dihasilkan, sehingga terjadi penghematan,”
ujarnya.
Dalam acara itu, hadir beberapa menteri Menteri Koordinator Bidang
Polhukam Wiranto, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, juga Mendikbud
Muhadjir Effendy. Hadir juga Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi,
Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Mendagri Tjahjo Kumolo, Menteri
Pertahanan Ryamizard Ryacudu, serta beberapa perwakilan dari kementerian
dan lembaga lainnya.
PANDUAN LULUS CPNS
ADS HERE !!!